Apa Itu Konten Evergreen?

Apa itu Konten Evergreen

Apa itu konten Evergreen Jika kamu seorang digital marketing, SEO specialist, copywriter, atau apapun itu profesi yang berhubungan dengan pemasaran melalui website dan internet, tentunya kamu pernah mendengar istilah "evergreen content" dan konten tersebut adalah rekomendasi yang wajib ada pada website bisnis kamu. Jadi apa sih  itu konten evergreen, dan mengapa artikel evergreen bagus untuk SEO?

Okay.., pada postingan kali ini saya akan menjelaskan pengertian konten evergreen, bagaimana cara menulis konten evergreen, dan mengapa harus memasukkan posting evergreen ke dalam blog atau website bisnis kamu?, ini akan menjadi sangat penting untuk stategi peamasaran konten (content marketing) yang powerfull.

Apa Definisi dari Konten Evergreen?

Konten evergreen adalah konten SEO yang memiliki relevansi topik dengan durasi waktu atau periode konten cukup lama dan akan tetap menjadi bahan pencarian untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh audien serta tetap menjadi “konten segar” bagi pembaca.

Jadi, kenapa harus dinamakan Evergreen?

Evergreen digunakan oleh ahli SEO dalam membuat konten dengan mengistilahkan evergreen atau "hijau abadi" hal ini dikarenakan agar terdengar akrab bahkan di telinga oleh seorang yang bukan marketer sekalipun. Sebagai ilustrasi pohon cemara, pohon ini sering digunakan untuk menghias rumah saat Natal. Pohon cemara adalah simbol kehidupan abadi karena mereka mempertahankan daunnya sepanjang musim, dan mampu mempertahankan daunnya tidak rontok. Selayaknya sebuah pohon cemara, maka konten yang selalu segar "hijau" akan dianggap memberikan keberkelanjutan dan tetap langgeng.

Mungkin kamu akan bertanya, “bukanya semua artikel yang diposting kedalam blog atau website akan selamanya tetap ada dan tetap berlanjut?”. Memang betul konten diwebsite akan tersimpan selamanya, kecuali jika memang kita sendiri yang menghapusnya. Tetapi ketika kita berbicara tentang konten "evergreen", maka yang saya maksud adalah konten yang selalu terus menerus relevan sejak artikel tersebut di publikasikan, sehingga dapat menciptakan pertumbuhan trafik yang terus menerus.

Untuk lebih memperjelas kategori artikel atau konten evergreen kamu bisa memeriksa atau membandingkan dengan jenis konten lainnya yang bukan termasuk konten evergreen.

Berikut ini adalah jenis artikel yang bukan atau tidak termasuk Konten Evergreen, diantaranya adalah:

  1. Artikel berita
  2. Statistik atau laporan numerik yang cenderung berubah dan ketinggalan zaman
  3. Liputuan tentang liburan saat musim tertentu
  4. Artikel yang berfokus pada tren saat ini atau mode budaya pop
  5. Pakaian dan tren mode terbaru

Dari jenis-jenis artikel tersebut diatas semuanya merupakan artikel yang memiliki masa berakhirnya suatu trend atau berubahnya data yang akan menyebabkan artikel atau berita tersebut sudah tidak up-to-date dan tidak relevan lagi di kemudian hari. Ini berbeda dengan konten website artikel yang evergreen yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan akan terus mempertahankan nilainya dalam jangka panjang.

Jika kamu menulis tentang berita kecelakaan yang dialami oleh artis Vanessa Angel dan suaminya, misalnya, ini termasuk bukan artikel evergreen karena berita ini akan menjadi usang enam bulan kedepan, sehingga banyak kata kunci yang terkait dengan topik itu akan berakhir di kuburan Google, alias tidak akan ada lagi yang mencari berita ini.

Format Umum Evergreen

Kamu bisa membuat artikel evergreen untuk konten website kamu agar bisa meningkatkan faktor SEO kamu. Berikut adalah beberapa format evergreen umum yang mungkin bisa kamu pertimbangkan dalam membuat konten agar konten tersebut tetap update dan bertahan lama pada mesin pencarian, konten tersebut yaitu:

  • Daftar Urutan
  • Kiat/Tips Teratas
  • Tutorial Instruksional "Bagaimana Cara"
  • Ensiklopedia
  • Ulasan produk
  • Video

Format konten tersebut tidak akan secara otomatis membuat artikel kamu evergreen, tetapi dengan struktur seperti penulisan seperti ini akan memiliki kecenderungan kinerja yang lebih baik jika tulisan yang kamu buat berisi topik yang tidak mengenal expired. 

Jika kamu menulis tentang tips dan panduan, maka konten yang di sertakan dengan video akan lebih efektif, seperti misalnya bagaimana cara membuat kue tar, atau cara merakit komputer. Jika kamu tidak mempunyai video maka kamu bisa menggunakan serangkaian gambar (foto atau ilustrasi, diagram, dll.) untuk memperjelas konten kamu.

Ide Penulisan Artikel Evergreen

ide penulisan konten Evergreen

Kamu bisa menulis artikel untuk konten website dengan mengadopsi ide pengetahuan dari beberapa mata pelajaran atau mata kuliah saat kamu menempuh pendidikan, karena topik atau ide yang bersumber dari matakuliah tidak akan pernah expired, kalaupun ada hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berubah. Berikut adalah beberapa ide artikel evergreen:

  • Percintaan dan Keluarga
  • Makanan/Kuliner
  • Keuangan/Bisnis
  • Mengasuh anak
  • Penurunan Berat Badan
  • Pekerjaan dan Karir
  • Perawatan hewan peliharaan

Membahas topik konten yang evergreen tentu saja sangat penting bagi bisnis kamu, jika bisnis kamu menjual perlengkapan bayi dan anak-anak, maka topik evergreen yang relevan, kamu bisa membuat konten artikel atau tulisan tentang tips “bagaimana megatasi bayi revel” atau “bagaimana cara agar anak suka terhadap sayuran”. Jika kam ingin menghasilkan prospek untuk bisnis lansekap kamu, posting tentang jenis tanaman apa yang paling cocok pada iklim dimana tempat kamu tinggal, dan ini akan berfungsi sebagai artikel yang evergreen.

Untuk membuat konten evergreen bisa menang dalam persaingan SEO, memang tidak akan mudah, karena konten -konten tersebut kemungkinan besarnya sudah banyak dibuat oleh orang lain sebelumnya. Tetapi bukan berarti tertutup peluang utuk kamu menjadi pemenang, kamu tetap masih memiliki peluang untuk bisa memenangkan konten evergreen yang kamu buat. 

Bagaiana caranya memenangkan konten evergreen kamu?. Kuncinya adalah dengan menambahkan sudut pandang unik ke topik populer, atau masuk lebih dalam dan memberikan detail tambahan. Cari kata kunci panjang (long-tail-keyword) yang memiliki volume tetapi persaingan tidak terlalu tinggi. Jika kamu memiliki ceruk pasar tertentu, kamu mungkin menemukan bahwa ada lebih sedikit konten di website tentang topik kamu, ini akan membuat konten evergreen kamu semakin berharga.

Contoh Konten Evergreen

Untuk lebih memperjelas pemahaman dan pengertian tentang konten evergreen, berikut saya berikan beberapa contoh spesifik dari apa yang dianggap sebagai artikel evergreen. Sebagai berikut:

  • Bagaimana Cara beriklan di TikTok – Tutorial yang memberikan penjelasan tentang cara beriklan disertai dengan gambar-gambar atau ilustrasi untuk memberikan pemahaman yang kuat tentang topik iklan TikTok, ini akan menjadi artikel evergreen yang luar biasa.
  • 10 Langkah Untuk Menghemat Anggaran Keuangan – Bagaimana jika kondisi keuangan kamu mengalami kesulitan, akibat dari kamu sendiri yang tidak bisa mengelola keuangan? konten atau artikel ini tentunya akan kamu butuhkan untuk mengatasi masalah keuangan kamu.
  • Penyebab Bayi Menangis dan Tips Menenangkannya – Akan selalu ada orang tua baru yang beregenerasi, dan mereka tentunya akan melahirkan dan memiliki bayi yang akan sering menangis, dan orang tua tersebut tentunya sangat membutuhkan nasihat. Sebuah "tips terbaik" dalam bentuk artikel untuk mengatasi masalah bagi ibu-ibu yang baru melahirkan tentunya bisa bermanfaat buat mereka.

Contoh diatas merupakan bagian dari konten artikel yang evergreen karena topiknya akan terus relevan, untuk dibaca di masa yang datang.

Evergreen SEO: Menggabungkan Konten Berkelanjutan dengan Kata Kunci Populer

Konten evergreen menjadi bagian berharga dari strategi pemasaran konten (content marketing) yang baik untuk website bisnis kamu, dan ini akan menjadi lebih powerfull lagi bila dikombinasikan dengan teknik SEO. Dengan mempertimbangkan bagian evergreen diseputar kata kunci website yang ingin kamu peringkatkan SEO nya. 

Perlu di ingat sekalipun konten kamu sudah evergreen tetapi bisa saja konten tersebut tidak akan dibaca oleh audiens kamu, hal ini dikarenakan topik konten evergreen tersebut tidak sesuai dengan Niche atau tema dari keseluruhan website kamu. Disinilah perlunya kamu menentukan dari awal untuk membuat artikel evergreen yang sesuai tema bisnis website kamu dengan cara melakukan riset kata kunci.

Pastikan kamu sudah melakukan teknik SEO dasar seperti pengoptimalan kata kunci di halaman website kamu, jika kamu menggunakan gambar maka manfaatkan text alternatif, dan menyertakan tombol berbagi di sosial media. Semakin ramah pencarian artikel evergreen kamu, semakin mudah pula untuk dilihat banyak orang, dibagikan, dan ditautkan diwebsite mereka, dan ini bisa mendorong traffic website kamu selama berbulan-bulan atau bahkan bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

Tips Menulis Konten Evergreen

Jangan Menulis untuk Pakar – Sering kali seorang blogger atau digital marketer merasa dirinya sudah menguasai keahlian tertentu sehingga dia terdorong untuk membuat konten tentang tips dan trik yang bisa membantu banyak orang, tetapi ia tidak menyadari bahwa hal ini bisa menjadi kesalahan besar. Seorang Pakar atau ahli tentunya tidak mencari bantuan untuk mennyelesaikanya, tanpa harus membaca artikel kamu. Sebagian besar blogger pemula letak kesalahanya adalah ingin membuat konten yang ditujukan untuk mereka yang sudah Ahli atau pakarnya dibidang tertentu.

Hindari Penggunan Bahasa atau Istilah yang Terlalu Teknis – Dikarenakan sebagian besar konten kamu di tujukan untuk mereka yang belum paham tentang topik yang akan kamu bahas, maka sebaiknya jangan menggunakan bahasa teknis yang rumit sehingga membuat mereka makin tidak paham maksud dan tujuan dari penjelasan kamu, jadi tetaplah menggunakan retorika atau penjelasan yang lebih sederhana agar mudah dipahami.

Persempit Topik Kamu– Jika kamu menulis tentang topik yang terlalu luas, artikel kamu akan lebih panjang, dan kemungkinan besar akan kehilangan minat untuk para pembaca pemula. Topik yang luas cenderung berupa kata kunci yang lebih pendek, atau istilah utama, dengan lebih banyak persaingan. Menulis bagian yang lebih luas juga lebih sulit bagi penulis. Topik sederhana dan spesifik seperti "Cara Berbisnis Holtikultura" vs. "Panduan Bisnis Pertanian" lebih menarik.

Tautkan Postingan Bersama – Jika kamu membuat panduan lengkap tentang topik seperti “Panduan Perawatan Sepeda”, bagilah topik yang luas itu menjadi bagian-bagian yang sempit dan spesifik seperti “Cara Mengolesi Rem Sepeda” dan “Cara Mengganti Sepeda Tire”, lalu hubungkan artikel-artikel itu bersama-sama. Hal ini bisa meningkatkan SEO kamu, dan memungkinkan pembaca untuk menyelesaikan masalahnya, kamu juga bisa mengaraahkan mereka ke artikel tambahan yang relevan.

Repost Ulang Konten Terbaik Kamu – Saat kamu membuat konten yang evergreen, cari cara untuk memposting ulang artikel kamu tersebut atau mengubahnya menjadi format lain. Berikut adalah beberapa ide bagus untuk mengubah konten evergreen kamu.

Jangan Mengandalkan Tulisan Evergreen Secara Eksklusif

Konten website yang evergreen sangat berharga, tetapi itu tidak berarti bahwa semua konten SEO kamu harus selalu evergreen – artikel topikal yang memiliki trend atau viral saat ini juga memiliki penilaian sendiri dalam SEO.

Sebelumnya saya telah mennyinggung dan membahas bagaimana setiap artikel yang membahas tentang Kecelakaan Seorang Artis Vanessa Angel itu tidak memenuhi syarat sebagai artikel evergreen karena artikel tersebut akan segera usang; keuntungan menulis tentang Kecelakaan Seorang Artis Vanessa Angel, meskipun hanya sesaat, namun dikarenakan saat ini sedang banyak dicari dan dibicarakan, maka sepotong artikel tersebut bisa mengarahkan banyak traffuc ke website kamu selama beberapa bulan ke depan, tetapi setelah itu akan menjadi berita yang sudah tidak akan ada yang mencari lagi. Hal yang sama juga berlaku untuk artikel yang menggunakan data statistik terbaru dan banyak diteliti. Potongan artikel tersebut masih sangat berharga dan penting, tetapi itu tidak akan selamanya.

Nilai evergreen merupakan konten potensial untuk terus mendatangkan traffic ke website kamu selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun ke depan jika konten tersebut benar-benar konten website evergreen. Strategi content marketing terbaik tergantung pada campuran artikel topikal dan evergreen yang tahan lama.

Kesimpulan

Evergreen merupakan jenis konten yang masih dan akan tetap relevan sepanjang masa, konten jenis ini tidak memiliki masa expired dan akan tetap menjadi objek pencarian pada mesin pencarian. Evergreen bisa meningkatkan kualitas SEO dari website anda.

Tidak ada komentar untuk "Apa Itu Konten Evergreen?"