Cara Menjual Tanpa Menjadi Sales


Pada postingan kali ini saya akan mengulas strategi marketing tentang bagaimana cara menjual tanpa menjasi sales. Ok, sebelum memposisikan diri kita sendiri sebagai seorang tenaga penjual atau marketing untuk sutau produk, ada baiknya juga kita memposisikan diri kita sebagai pelanggan atau calon pelanggan yang akan kita tawari produk yang kita jual.

Seringkali kita merasa risi dan enggan ketika ada seorang rekan atau teman yang datang berkunjung ke kita tiba-tiba menawarkan produk untuk dijual, apa perasaan kita?,  tentu kita merasa kurang nyaman dan tidak enak untuk menolaknya, dan jikapun itu terjadi transaksi pembelian bukan karena ketulusan kita membeli produk secara sukarela. Lalu, bagaimana kita bisa menjual produk tanpa kesan kita berjualan?. 

Ok, mari kita bicara tentang penjualan, "Penjualan", itu kata yang sangat dibenci oleh para marketer dan tenaga pemasar lainnya, mungkin kita merasa benci tentang penjuaalan karena kita tidak benar-benar tahu MAKNA sebenarnya dari kata "penjualan", diperparah lagi oleh perasaan kita sebagai marketing yang beranggapan keadaan akan menjadi semakin buruk, ketika kita menyebut diri kita sebagai pemasar atau marketing, kita langsung mengasosiasikan diri kita dengan penjual yang seolah-olah kita akan dijauhi oleh orang-orang pada saat berada diperkumpulan karena dianggap kita akan berjualan.

Untuk menepis anggapan dan menghilangkan stigma yang kurang tepat untuk makna penjualan yang sebenarnya, maka sekarang saya akan mencoba untuk mengubah seluruh pemikiran dan pemahaman itu di atas kepala kita sebagai seorang tenaga penjuaal dan saatnya berbicara tentang bagaimana menjadi seorang marketer hebat tanpa pernah mendekati penjualan dengan cara-cara yang curang, untuk apapun produk yang kita jual itu.

Berikut adalah lima cara tentang cara menjual tanpa penjualan!

1. Dapatkan Melalui Konten Marketing Anda.

Jika anda belum pernah mendengar istilah marketing content atau pemasaran konten, berikut saya jelaskan, bahwa pemasaran konten merupakan strategi marketing melalui serangkaian proses perencanaan, pembuatan, dan pendistribusian konten yang dapat menarik perhatian audiens untuk menjadi pelanggan sesuai target pemasaran, Jika anda melakukannya dengan benar, pemasaran konten bisa menjadi tulang punggung dari seluruh upaya pemasaran anda.

2. Anggap Daftar Email Anda Sebagai Sekelompok Teman.

Jika anda mengundang semua orang yang ada di milis anda untuk hadir pada suatu jamuan makan malam, apakah anda akan menyapa mereka di depan pintu dengan bahasa menjual? tentu saja tidak!, untuk itu anggaplah setiap email yang anda kirim sebagai pembuka pintu untuk teman-teman anda. Kenali mereka, bagikan kisah lucu, dan bangun hubungan berbasis kepercayaan sebelum mempertimbangkan untuk mencoba menjual sesuatu kepada mereka.

3. Perkenalkan Mereka Satu Sama Lainya.

Mungkin hal ini dinilai kontra intuitif, Sesekali anda coba untuk tidak memberikan bantuan atau solusi atas masalah yang dihadapai dari orang-orang yang berada di daftar email namun anda memberikan solusi dengan cara memperkenalkan orang itu kepada orang lain di jaringan anda yang dapat menyelesaikan masalahnya. Sebagai seorang entrepreneur, posisikan juga anda sebagai seorang perantara atau penghubung, dengan semakin banyak orang yang dapat anda perkenalkan satu sama lain, maka anda akan semakin banyak menjadi orang yang dikunjungi oleh orang-orang yang ingin minta bantuan.

4. Percayalah Pada Solusi Yang Anda Berikan.

Hal ini penting untuk dipahami bagi seorang marketer, bahwa semangat akan menularkan semangat pun sebaliknya kebosanan akan menularkan kebosanan juga, Untuk itulah anda harus percaya pada produk yang anda tawarkan benar-benar bisa memberikan solusi untuk pelanggan anda, jika anda sendiri tidak merasa yakin dengan gagasan dan ide anda sendiri, maka mustahil orang lain mau mengantri untuk membeli apa yang anda tawarkan atau anda jual. 

Khususnya anda yang membawa merek pribadi (personal branding) sebagai seorang wirausawan, anda dituntut untuk harus percaya terhadap apa yang anda lakukan karena itu merupakan bagian dari siapa anda. Itulah pentingnya anda harus memiliki kepercayaan bahwa produk yang anda tawarkan benar-benar bisa memberikan solusi bagi orang yang akan membeli produk anda. Keyakinan itu akan menerjemahkan secara alami dan organik ke dalam tulisan konten penjualan anda.

5. Berbicara Menggunakan Sales Copywriting.

Copywriting merupakan teknik pemasaran dengan penggunaan materi tulisan yang dapat mempengaruhi pembaca dan membujuk audiens untuk melakukan tindakan yang diinginkan, seperti membeli sebuah produk atau layanan, berlangganan newsletter, menghubungi sales, dan lainnya. Semula copywriting ini digunakan hanya untuk menuliskan Advertorial dimedia pemasaran seperti halnya; Sales letter, Billboard, Landing Page, dan yang lainnya, itulah kenapa dinamakan sebagai copywriting. 

Penyampaian pesan melalui copywrting ini sangat penting, karena semua materi yang akan disampaikan dapat dikemas dengan padat, jelas dan efektif. Jika anda menyampaikan sesuatu pesan secara verbal dan langsung kepada audiens mungkin akan ada sedikit pesan yang tertinggal dan lupa untuk tersampaikan karena harus menyampaikannya secara spontan, akan tetapi melaluui copywriting anda tidak mengalami hal demikian, karena untuk membuat copywriting anda benar-beanar sudah memikirkan dan mengkonsepnya dengan teliti, cermat dan seksama. Itulah kenapa copywriting sangat efektif digunakan untuk bisa menyampaikan pesan tanpa kesan anda menjual.